IKLAN

Pengertian, Ciri dan Gejala Penyakit Bipolar Disorder

Pengertian, Ciri dan Gejala Penyakit Bipolar Disorder - Hallo sahabat TUTORIAL CUY, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pengertian, Ciri dan Gejala Penyakit Bipolar Disorder, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel INFO, Artikel KESEHATAN, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Pengertian, Ciri dan Gejala Penyakit Bipolar Disorder
link : Pengertian, Ciri dan Gejala Penyakit Bipolar Disorder

Baca juga


Pengertian, Ciri dan Gejala Penyakit Bipolar Disorder

Blog Dokter - Pengertian, Ciri dan Gejala Penyakit Bipolar Disorder. Salah satu penyakit psikologi yang juga cukup mengkhawatirkan adalah Bipolar disorder. Penyakit ini merupakan penyakit yang membuat seseorang berada pada kondisi emosi yang tidak stabil dan bahkan biasa nya meledak secara tiba-tiba. Penyakit ini merupakan penyakit yang bisa diidentifikasi melalui tingkah laku seseorang.

Penyakit ini juga ditandai dengan perubahan mood yang tiba-tiba berbalik 180 derajat.

Gangguan bipolar (bipolar disorder) adalah gangguan yang terjadi pada perasaan seseorang yang disebabkan oleh masalah di otak, ditandai dengan perpindahan (swing) mood pikiran, dan perubahan perilaku. Penderita mengalami perubahan mood yang dramatis, dari episode manic dan episode depresi selama periode waktu tertentu. Episode manic ditandai dengan kondisi mood yang sangat meningkat (hipertimik) atau irritable (mudah marah dan tersinggung), episode depresi ditandai dengan mood yang sangat menurun (hipotimik). Di antara kedua episode mood tersebut terdapat masa mood yang normal (eutimik). Istilah bipolar merujuk pada kondisi pasien yang mengalami perpindahan mood antara dua kutub atau spektrum emosi yang berlawanan tersebut.

    Pengertian, Ciri dan Gejala Penyakit Bipolar Disorder    

penyakit bipolar disorder
Ilustrasi Mengalami Bipolar Disorder
Kita sering menyebutnya ketidakstabilan mood, tetapi gejala ini baru dapat disebut gangguan bila telah memenuhi kriteria waktu tertentu, seperti untuk episode manic, dibutuhkan kondisi mood hipertimik dalam rentang waktu minimal seminggu atau bahkan kurang dari seminggu. Untuk episode depresi, dibutuhkan waktu minimal 2 minggu terus-menerus berada dalam kondisi mood hipotimik. Bisa dipastikan disebut gangguan, bila fungsi pekerjaan atau kehidupan sosialnya terganggu. Saat terjadi gangguan, terkadang pasien perlu dirawat di rumah sakit.
ADVERTISEMENT
Ada empat episode emosi yang bisa dirasakan para penderita bipolar disorder, di antaranya:

Mania

Pada episode ini, penderita seolah-olah memiliki rasa bahagia dan semangat yang luar biasa. Tak jarang, penderita pun mengalami kesulitan tidur karena merasa sangat produktif. Lebih ekstrem dari itu, mereka kadang berpikir tak membutuhkan orang lain karena rasa percaya diri yang berlebihan.

Hipomania

Tak jauh berbeda dengan mania. Meski demikian, pada episode hipomania, seorang bipolar akan merasa lebih tenang. Dalam hal ini, episode hipomania-lah yang paling sulit terdeteksi karena gejalanya tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang sedang bahagia, meskipun efeknya bisa sama seperti mania.

Depresi

Berbeda dengan mania dan hipomania, depresi digambarkan sebagai situasi murung yang penuh dengan tekanan. Jika tak tertangani dengan baik, penderita bipolar yang mengalami episode emosi ini bisa terjerumus ke hal-hal negatif, seperti bunuh diri.

Campuran

Pada episode ini, emosi mania dan depresi berkolaborasi menjadi satu. Contoh, ada seseorang yang sangat bersemangat dalam bercerita, namun yang dibicarakan hanya soal kejelekan dan hal-hal yang negatif.


Secara sederhana, bipolar dibagi menjadi dua tipe, yakni bipolar disorder I dan bipolar disorder II. Pada bipolar I, penderita banyak ditemukan mengalami episode manic. Sementara pada tipe II, penderita cenderung didominasi emosi pada episode depresi, dan tidak pernah mencapai manic.

Dalam perkembangan kasusnya, penelitian Dunner pada Journal Bipolar Disorder (2003) menyebutkan, prevalensi penderita bipolar tipe I cenderung sama pada pria dan wanita. Namun pada bipolar disorder tipe II, prevalensi penderita wanita jauh lebih banyak dibanding pria yakni 2: 1.

Gangguan jiwa bipolar saat ini sudah menjangkit sekitar 10 hingga 12 persen remaja di luar negeri. Di beberapa kota di Indonesia juga mulai dilaporkan penderita berusia remaja. Resiko kematian terus membayangi penderita bipolar dan itu lebih karena mereka mengambil jalan pintas.

Seperti itulah Pengertian, Ciri dan Gejala Penyakit Bipolar Disorder. Semoga dengan artikel diatas sahabat blog dokter dapat mengetahui apa itu penyakit bipolar disorder.


Demikianlah Artikel Pengertian, Ciri dan Gejala Penyakit Bipolar Disorder

Sekianlah artikel Pengertian, Ciri dan Gejala Penyakit Bipolar Disorder kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pengertian, Ciri dan Gejala Penyakit Bipolar Disorder dengan alamat link https://tutorialcuy.blogspot.com/2014/10/pengertian-ciri-dan-gejala-penyakit.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian, Ciri dan Gejala Penyakit Bipolar Disorder"

Posting Komentar